oleh iorme | 08 Apr 2010 | 1685 komentar | tag : twitter  telepati  webpy  tweepy  gae 
Bukan telepati beneran lah :D hanya nama saja, telepati adalah nama twitter client yang sedang saya kembangkan dengan memanfaatkan teknologi python dan google app engine.

Sebabnya sih cuma karena iseng saja, pengen belajar. Kalau belajar cuma praktek yang ada di buku/tutorial rasanya kurang mantab. Kalau langsung membuat sesuatu insya Allah ilmu yang dipelajari lebih cepat masuk. Sekalian buat manjang-manjangin resume juga kayaknya :D

Aplikasi ini dibuat dengan bahasa python menggunakan framework web.py. Untuk koneksi ke twitternya menggunakan tweepy. Awalnya pake python-twitter tapi ternyata gagal terus dan akhirnya baru berhasil pake tweepy. Karena masih dalam tahap pengembangan masih banyak fitur yang belum terimplementasikan dan masih banyak bug. Tapi setidaknya untuk saya pake sendiri sudah bisa ngapdate status di twitter dengan via telepati :D
oleh iorme | 01 Apr 2010 | 7 komentar | tag : internet 
Apa yang dilakukan orang yang tinggal di kampung seperti saya ini saat ingin berinternet? 
  1. ke warnet
  2. pake hp
  3. beli modem
  4. gak usah internetan
Di tempat tinggal saya tidak ada yang namanya sapidi, koneksi wireless pun terpaksa harus menyerah dengan pepohonan yang tinggi. Bisa sih nekat tapi bikin towernya mungkin harus seperti tower bts operator seluler XD.

Beberapa waktu yang lalu, sempet ngobrol2 sama tetangga, dianya cerita tentang akses internet lewat hp yang dijadiin modem.  Katanya dia pake smart dan im2, dan hasilnya kecepatannya gak jauh beda. Mungkin karena di kampung ini jadi kedua-duanya tidak bisa maksimal. Dalam hati saya tertawa soalnya biasanya cuma internetan pake hp untuk update status di twitter :D.

Sampai akhirnya bulan kemarin, istri tercinta tiba2 beli hp modem smart, yang murah sih yang Haier D1200P, tapi ya lumayanlah bisa buat internetan saat dirumah. Dan akhirnya inilah cara yang saya pilih untuk internetan di kampung. :D

Memang dengan tarif murahnya, jangan mengharap untuk mendapatkan koneksi dewa, bisa lancar browsing saja sudah bersyukur. Biasanya jam2 7 - 10 malam dan hari libur adalah masa2 lambat jaya, kalau hari kerja pagi sampai siang malah lumayan.

Mungkin kalau suatu saat inrastruktur operator sudah lebih bagus, kampungku ini bisa mendapatkan akses internet yang lebih baik. Semoga
oleh iorme | 27 Mar 2010 | 3 komentar | tag : mako  webpy  gae 

Blog ini menggunakan mako sebagai template engine nya. Sebenarnya ada banyak template engine python yang lain. Tetapi belum pernah mencoba selain templetor, template engine bawaan web.py.

Menggunakan mako di web.py cukup mudah. Web.py sudah menyediakan sebuah fungsi untuk memudahkan kita. Pertama download dahulu mako, kemudian ekstrak dan copykan folder mako ke dalam folder kerja kita. Jadi stukturnya kira-kira seperti ini :

- blog
    - web
    - mako
    - templates
    - app.yaml
    - script.py
Folder templates nantinya akan digunakan untuk meletakan file-file template yang digunakan.

Setelah itu, edit script.py menjadi seperti berikut:

import web
from web.contrib.template import render_mako

urls = ('/','Index')

render = render_mako(
		directories = ['templates'],
		input_encoding = 'utf-8',
		output_encoding = 'utf-8')

app = web.application(urls,globals())

class Index:
	def GET(self):
		teks = "selamat datang di web.py - gae"
		
                return render.index(teks = teks)
                
if __name__ == '__main__':
	app.cgirun()
Kemudian buat file index.html dan simpan kedalam direktori templates.
<html>
<head><title>Tes Mako</title></head>
    <body>
    ${teks}
    </body>
</html>

Jika dijalankan maka akan menampilkan tulisan "selamat datang di web.py - gae" di browser.

Dengan

render = render_mako( directories = ['templates'], input_encoding = 'utf-8', output_encoding = 'utf-8')
kita memberi tahu mako untuk mencari file template di direktori templates, dan meng set input dan output encoding ke utf-8. Kemudian pada :
return render.index(teks = teks)
script me render, atau mungkin bisa juga disebut mengeksekusi file index.html didalam folder templates dan melewatkan variabel teks. Kemudian variabel teks tadi ditampilkan di dalam template dengan :
${teks}

Tentu saja kemampuan mako tidak hanya seperti itu, ini hanyalah awal perkenalan dengan mako.

oleh iorme | 22 Mar 2010 | 1 komentar | tag : PHP 

Dapet kasus di php. Kasusnya kira-kira seperti ini : ingin mencari data didalam array yang berada di dalam array. Mungkin tepatnya mencari data didalam sub array.

Setelah searching2 di google dan melakukan beberapa tes kecil ternyata cukup simple juga. Contoh array nya kira2 seperti ini :

$data = array('1' => array('1','2'), '3' => array('3','4','8','9','10'));
kemudian dengan for loop 1 - 10, apakah masing2 angkanya ada di dalam $data['3'] atau tidak:
for($i = 1;$i <= 10; $i++)
{
	if(in_array($i, $data[3]))
	{
		echo '<p>'.$i.'ada</p>';
	}
	else
	{
		echo '<p>'.$i.'tidak ada</p>';
	}
}	

oleh iorme | 20 Mar 2010 | 0 komentar | tag : webpy  gae  python 

Sebagai awalan disini akan dicoba membuat catatan tentang pengerjaan blog ini. Mungkin bukan step by step pembuatannya tetapi lebih ke tips dan trik yang digunakan dalam membuat sesuatu. Sebenarnya simple sih tapi siapa tahu bisa berguna di kemudian hari. Berhubung blog ini dibuat dengan python maka kemungkinan besar catatannya ya sebagian besar tentang python yang lain mungkin untuk selingan saja.

Oke dimulai dari yang pertama. Blog ini dibuat dengan web.py dan di host di google appengine. Awalnya karena ingin mencoba google appengine, mosok ada layanan gratis yang wah kok tidak dicoba :D. Sayangnya gae tidak atau mungkin belum mendukung bahasa yang biasa saya gunakan yaitu PHP, jadi mau tidak mau harus menggunakan java atau python. Setelah melalui pemikiran yang mendalam #halah dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya akhirnya dipilih python saja. Kenapa web.py? entahlah, mungkin hanya insting saja :D sebenarnya gae juga sudah memiliki dukungan terhadap django, tapi bagi saya django terlalu ribet. Saya hanya ingin belajar python itu saja. Dan akhirnya pilihan jatuh ke web.py ini.

Oke langsung saja ke intinya. Pertama untuk mencoba gae di komputer local download SDK nya dari gae SDK kemudian download web.py dari sini. Setelah gae SDk diinstall, buat sebuah folder, letaknya dimana terserah anda :D. Misalnya kita beri nama tes. Kemudian copykan folder web dari web.py ke folder tes selanjutnya buat file app.yaml didalam direktori tes tadi.

application: tes
version: 1
runtime: python
api_version: 1

handlers:
- url: /.*
  script: script.py 
ingat nama folder harus sama dengan application di app.yaml.

Setelah itu buat file python yang akan berisi script web kita dan beri nama script.py didalam folder tes tadi. Isi dari script.py seperti berikut.

import web

urls = ('/','Index')

app = web.application(urls,globals())

class Index:
	def GET(self):
		print "selamat datang di web.py - gae"
		
if __name__ == '__main__':
	app.cgirun()		

Setelah disimpan, buka command prompt, ups ini dibuat di windows :D kemudian pindah ke dalam direktori tes tadi dan jalankan command dev_appserver.py .. Setelah itu buka web browser dan arahkan ke http://localhost:8080. Kenapa menggunakan :8080? karena secara default gae menggunakan port 8080.

Hanya begitu saja, tidak perlu cara yang macam2. Dan dalam catatan ini belum termasuk menggunakan library2 lain, penggunaan template, membuat syntax highlighting dan banyak lagi yang belum termasuk. Tentu saja script blog ini tidak sesederhana itu, tetapi mungkin kapan2 dilanjut untuk catatan yang lain.

Meski blog ini sangat simple, tetapi ya namanya juga dalam tahap belajar. Insya Allah kedepannya akan dikembangkan lagi agar lebih baik :)

Selanjutnya
I Or Me
Aku atau saya, bukan kamu dia apalagi mereka

Follow : iorme di twitter

Semua tulisan di dalam blog ini bebas untuk dicopy/disalin sebagian atau seluruhnya dengan atau tanpa menyertakan sumbernya.

Komentar Terakhir
Teknologi
web.py

Powered by Google App Engine